RESUME PEMATERI MY DIGITAL PORTOFOLIO PKKMB DAY 3
Materi 1
Oleh : Catur Wulandari
Tema : Peran Mahasiswa Kesehatan Dalam Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya mahasiswa memahami visi dan misi Fakultas Kesehatan serta menyesuaikan tujuan kuliah dengan arah lembaga. Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat menjadi kewajiban dosen sekaligus mahasiswa. Pendidikan tidak hanya diperoleh di kelas, tetapi juga melalui praktik, magang, dan pengalaman lapangan. Mahasiswa tidak boleh hanya kuliah-pulang, tetapi harus aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan nonakademik.
Penelitian menjadi sarana meningkatkan pemahaman akademik mahasiswa melalui kajian teori, literatur, dan praktik ilmiah. Melalui penelitian, mahasiswa dilatih berpikir kritis, berkomunikasi efektif, dan mengasah keterampilan riset. Penelitian juga dapat menciptakan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan maupun kebijakan masyarakat. Mahasiswa memiliki peluang mengikuti riset dosen, berkolaborasi dalam proposal, hingga terlibat pada hibah penelitian. Hibah penelitian bisa berasal dari internal kampus maupun eksternal pemerintah dan swasta.
Selain itu, mahasiswa dapat membuat penelitian berbasis literatur review atau skripsi sesuai bidang keilmuan masing-masing. Penelitian juga berperan dalam mencetak prestasi, sebab banyak mahasiswa UNUSA yang berhasil meraih pendanaan dan penghargaan dari lembaga nasional maupun swasta. Selanjutnya, hasil penelitian dapat diimplementasikan dalam kegiatan pengabdian masyarakat.
Pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui kegiatan seperti KKN, program HIMA atau BEM, hingga program kreativitas mahasiswa. Mahasiswa bisa memberikan edukasi, pemeriksaan kesehatan, maupun produk hasil penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat. UNUSA juga menyediakan skema hibah pengabdian mahasiswa untuk mengisi liburan dengan kegiatan bermakna.
Tri Dharma saling berkaitan, hasil penelitian menjadi bahan pendidikan dan pengabdian, sementara pengabdian memperkaya pengalaman pendidikan. Mahasiswa harus mampu menjaga komunikasi dengan dosen dalam setiap pelaksanaan kegiatan Tri Dharma. Kesempatan berprestasi terbuka luas, baik akademik maupun nonakademik, dan penghargaan diberikan setiap tahun kepada mahasiswa terbaik.
Ditekankan bahwa mahasiswa harus mensyukuri kesempatan kuliah dengan cara berprestasi untuk membalas perjuangan orang tua. Setiap langkah yang dilakukan mahasiswa bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk kebanggaan keluarga. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan aktif, kritis, komunikatif, dan berkontribusi dalam penelitian serta pengabdian
Materi 2
oleh : Atik Qurroto A'yunin A. S.K.M M.KES
Tema : From organization to leadership : personal branding for to the next generation
Organisasi adalah proses mengatur, membagi tugas, dan membangun kerja sama antaranggota untuk mencapai tujuan bersama. Tiga hal utama yang harus ada dalam organisasi adalah tujuan yang jelas, pembagian peran, dan kerja sama. Tanpa ketiganya, organisasi tidak akan berjalan efektif. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kerja kelompok, kita sudah menerapkan prinsip organisasi melalui pembagian tugas dan kolaborasi.
Berorganisasi memberikan banyak manfaat, terutama bagi mahasiswa. Selain melatih tanggung jawab dan disiplin, organisasi juga membentuk karakter, mengasah soft skill, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman. Pengalaman berorganisasi juga mengajarkan pentingnya menghadapi kegagalan sebagai proses belajar. Hal ini ibarat latihan berenang di kolam renang sebelum terjun ke lautan luas dunia kerja.
Di dalam organisasi terdapat kepemimpinan, yaitu proses mengarahkan, memengaruhi, dan menyesuaikan diri dengan situasi untuk mencapai tujuan. Pemimpin yang baik harus mengenal dirinya sendiri, mampu menjadi teladan, dan menyeimbangkan kebutuhan individu maupun kelompok. Kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, tetapi juga tentang karakter pribadi yang kuat. Keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh pemimpin, melainkan juga oleh anggota dan kondisi yang dihadapi.
Selain organisasi dan kepemimpinan, personal branding juga penting untuk membedakan diri dari orang lain. IPK tinggi memang berharga, tetapi yang lebih menentukan adalah kemampuan sosial, karakter, dan reputasi. Personal branding yang konsisten, otentik, dan bermanfaat akan membuka peluang baru, baik di kampus maupun dunia kerja. Media sosial bisa dimanfaatkan untuk berbagi aktivitas positif, pengetahuan, dan prestasi. Dengan berorganisasi, melatih kepemimpinan, serta membangun personal branding, mahasiswa akan lebih siap menghadapi masa depan dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat.
Materi 3
Oleh : Erricha Darin Irbah
Tema : Future ready mindset : jadi mahasiswa kesehatan yang kuat ngga gampang kaget sama dunia
Future ready mindset adalah pola pikir yang mempersiapkan diri menghadapi perubahan, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas. Pandemi menjadi contoh nyata bagaimana dunia berubah cepat, dari sistem offline ke online atau hybrid. Panitia PKKMB yang mampu mengubah acara ke sistem online menunjukkan sikap future ready mindset. Dunia saat ini berkembang cepat, sehingga mahasiswa perlu melatih fleksibilitas, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi. Future ready mindset bukan tentang siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling sigap menangkap peluang. Mahasiswa tanpa mindset ini cenderung mudah stres dan mengeluh saat menghadapi perubahan, sedangkan mahasiswa dengan future ready mindset lebih fokus pada solusi dibanding masalah.
Karakteristik generasi tangguh adalah resilien, adaptif, dan kreatif. Resilien artinya cepat bangkit setelah gagal, adaptif berarti mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, sedangkan kreatif mampu mencari solusi meski dalam keterbatasan. Kegagalan dianggap sebagai bagian dari proses belajar, bukan alasan untuk menyerah. Mahasiswa juga perlu memanfaatkan teknologi, misalnya membuat konten edukasi kesehatan di media sosial agar lebih relevan dengan masyarakat. Dunia kerja menuntut bukan hanya akademis, tapi juga soft skill, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi. Saingan pun semakin luas, bukan hanya dari kampus lain, tetapi juga dari lulusan luar negeri karena dunia kerja sudah global.
Oleh karena itu, mahasiswa harus berani mencoba banyak hal sejak masa kuliah untuk melatih keterampilan dan menemukan minatnya. Belajar tidak hanya dari kelas, tetapi juga melalui webinar, organisasi, lomba, maupun kegiatan di luar kampus. Dengan terbiasa menghadapi tantangan sejak dini, mahasiswa tidak akan mudah panik, justru bisa berkembang lebih cepat. Future ready mindset membuat mahasiswa tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menjadi problem solver dan inovator. Mindset ini juga membantu menjaga kesehatan mental, karena orientasinya pada solusi, bukan sekadar masalah.
Selain itu, mahasiswa perlu membangun relasi seluas mungkin agar terbiasa bekerja sama dengan orang dari berbagai latar belakang. Dunia kerja nyata menuntut kolaborasi lintas profesi, sehingga pengalaman organisasi dan kerja tim sangat berharga. Future ready mindset juga menuntut mahasiswa memiliki nilai unik atau keahlian khusus sebagai pembeda. Dengan bekal fleksibilitas, kreativitas, kolaborasi, serta keterampilan teknologi, mahasiswa tidak hanya siap menghadapi tantangan, tetapi juga mampu menciptakan peluang baru. Inilah alasan pentingnya melatih future ready mindset sejak masa kuliah, agar kelak lebih siap bersaing di dunia kerja yang penuh perubahan
link teman: https://maulidiyaheka01.blogspot.com/?m=1

Komentar
Posting Komentar