RESUME PEMATERI MY DIGITAL PORTOFOLIO PKKMB DAY 1


 Materi I

Prof. Yudi Latif, MA., Ph. D

Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia/PSIK-Indonesia


Tema : Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara


Kemerdekaan Indonesia merupakan sebuah peristiwa besar yang tidak hanya berarti bagi bangsa Indonesia sendiri, tetapi juga bagi dunia. Keunikan kemerdekaan Indonesia terletak pada fakta bahwa bangsa ini merebut kemerdekaannya melalui perjuangan panjang, pengorbanan, dan perlawanan rakyat, bukan hasil pemberian dari penjajah. Pertempuran rakyat, seperti yang terjadi di Surabaya pada 10 November 1945, menjadi bukti nyata bahwa bangsa Indonesia rela mengorbankan jiwa dan raga demi kebebasan. Semangat inilah yang kemudian menginspirasi banyak bangsa Asia dan Afrika untuk bangkit melawan kolonialisme, termasuk Vietnam yang meniru strategi perang gerilya Indonesia, India yang mempercepat proses kemerdekaannya, hingga bangsa-bangsa Afrika yang terus berjuang hingga akhirnya merdeka. Peran Indonesia di kancah global semakin nyata melalui Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955 yang melahirkan solidaritas antarbangsa terjajah, memperkuat perjuangan dekolonisasi, serta menjadi titik awal lahirnya Gerakan Non-Blok. Dampaknya bahkan meluas ke Amerika Serikat, di mana tokoh-tokoh pejuang hak sipil terinspirasi dari gerakan anti-kolonial yang dimotori negara-negara Asia dan Afrika.

Namun, memasuki abad ke-21, Indonesia menghadapi tantangan besar. Meskipun dahulu dijuluki Macan Asia karena keberaniannya dalam melawan penjajah dan perannya dalam percaturan politik global, Indonesia kini tertinggal dari negara-negara yang pernah sejajar dengannya, seperti Korea Selatan, Cina, dan India. Ketertinggalan ini bukan semata-mata karena kekurangan sumber daya alam atau luas wilayah, melainkan karena kualitas manusia yang belum optimal. Karakter bangsa, integritas, etos kerja, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif masih perlu diperkuat. Para pendiri bangsa telah mewariskan pemikiran yang sangat relevan dengan kondisi saat ini. Bung Karno menegaskan bahwa besar atau kecilnya suatu bangsa ditentukan oleh mutu manusia dan karakternya, bukan oleh kekayaan alam semata. Bung Hatta menambahkan bahwa baik pemimpin maupun rakyat harus memiliki keluasan mental, kekuatan karakter, serta integritas agar bangsa dapat berdiri tegak dan bermartabat.

Untuk itu, jalan utama yang harus ditempuh bangsa Indonesia adalah membangun kualitas manusia melalui pendidikan yang berkarakter, memperkuat persatuan dalam keragaman dengan mengedepankan semangat silaturahmi dan inklusivitas, serta menegakkan integritas dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi. Persatuan Indonesia hanya dapat terwujud bila rakyatnya bersedia menjunjung tinggi etika, moral, serta nilai keadilan yang berlaku universal. Semua itu dapat dicapai dengan menjadikan Pancasila sebagai titik temu sekaligus pedoman hidup berbangsa. Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga panduan moral yang mengandung nilai-nilai universal. Sila pertama mengajarkan pentingnya kasih dan spiritualitas, sila kedua menekankan pentingnya keadilan dan sikap beradab, termasuk terhadap lingkungan alam, sila ketiga menuntun bangsa untuk bersatu dengan sesama manusia dan tanah air, sila keempat menegaskan bahwa demokrasi harus dijalankan dengan kecerdasan dan kebijaksanaan, serta sila kelima menuntut adanya keadilan sosial melalui distribusi yang adil terhadap harta, kesempatan, dan kehormatan.

Apabila nilai-nilai Pancasila benar-benar dihayati dan diamalkan, maka bangsa Indonesia dapat keluar dari berbagai persoalan yang dihadapi. Indonesia akan mampu membangun masyarakat yang bersatu, adil, makmur, dan bermartabat, sesuai dengan tujuan yang telah digariskan dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Dengan demikian, kemerdekaan Indonesia tidak hanya menjadi tonggak sejarah di masa lalu, tetapi juga menjadi dasar pijakan bagi bangsa ini untuk bangkit, sejajar, bahkan memimpin bangsa-bangsa lain di masa depan.


Materi II

Erisandy Yudhistira

Priority Banking Manager Bank Mandiri


Tema:Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Masyarakat


Materi yang disampaikan menekankan pentingnya literasi dan perencanaan keuangan sejak dini. Narasumber, Bapak Arisan di Yudistira atau yang akrab disapa Heri, merupakan Banking Manager Mandiri Prioritas Surabaya dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia perbankan. Beliau mengingatkan bahwa kemudahan teknologi digital saat ini, seperti belanja online atau layanan paylater, bisa menjadi peluang sekaligus ancaman. Di satu sisi, transaksi semakin mudah, namun di sisi lain jika tidak dikelola dengan baik dapat menjerumuskan pada perilaku konsumtif dan kesulitan keuangan.

Beliau menekankan bahwa investasi terbaik adalah pada diri sendiri, dengan cara mengembangkan potensi dan mengelola keuangan secara bijak. Realitanya, banyak pensiunan di Indonesia masih bergantung pada anak, menantu, atau harus tetap bekerja karena tidak memiliki persiapan finansial yang cukup. Padahal, masa pensiun bisa berlangsung hingga 20 tahun tanpa pendapatan pasti. Oleh karena itu, sejak masa produktif, khususnya sejak muda, setiap orang perlu menyusun rencana keuangan, menabung, dan berinvestasi secara disiplin.

Siklus keuangan dalam kehidupan terbagi atas tiga fase, yaitu masa ketergantungan (0–21 tahun), masa produktif (21–55 tahun), dan masa pensiun (55–75 tahun). Masa produktif menjadi waktu terbaik untuk mulai menyisihkan penghasilan, bukan dari sisa, melainkan diprioritaskan sejak awal untuk menabung dan berinvestasi. Dengan demikian, individu dapat lebih siap menghadapi masa depan, terhindar dari risiko keuangan, serta mampu mencapai tujuan hidupnya secara lebih sejahtera dan mandiri.


Materi III

Prof. Kacung Marijan, Drs., MA., Ph. D - Wakil Rektor 1 UNUSA


Tema : Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA


UNUSA adalah perguruan tinggi swasta di Surabaya, Jawa Timur, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. UNUSA memiliki visi untuk mencetak lulusan yang unggul, berakhlak mulia, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa dengan memadukan keilmuan universal dan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja).

UNUSA menawarkan berbagai program studi di beberapa fakultas, seperti Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Agama Islam, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Hukum. Sistem pembelajaran di UNUSA menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS) dan Kurikulum Nasional yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

UNUSA juga memiliki sistem penjaminan mutu yang baik, dengan akreditasi program studi dan institusi oleh BAN-PT. Fasilitas yang tersedia di UNUSA meliputi perpustakaan, laboratorium, dan fasilitas olahraga. Layanan mahasiswa juga menjadi prioritas UNUSA, dengan biro administrasi akademik, layanan kemahasiswaan, dan fasilitas pendukung lainnya.

Karakteristik khas UNUSA adalah penguatan nilai Aswaja dan ke-NU-an dalam semua aspek akademik dan non-akademik. UNUSA juga memiliki fokus pada kesehatan, dengan memiliki fakultas/prodi kesehatan yang kuat dan fasilitas pendukung. Keterlibatan dalam masyarakat juga menjadi salah satu fokus UNUSA, dengan mendorong mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam pengabdian masyarakat yang berbasis pada nilai-nilai sosial-keagamaan.

Dengan demikian, UNUSA dapat menjadi pilihan yang baik bagi calon mahasiswa yang ingin mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan berbasis pada nilai-nilai Islam moderat dan toleran. UNUSA memiliki komitmen untuk mencetak lulusan yang unggul, berakhlak mulia, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa.


link teman : https://syarifatulizzahregitacahyani.blogspot.com/2025/09/my-digital-portofolio-hari-pertama.html


Komentar

Postingan populer dari blog ini

resume KKN Gizi Unusa Fokus Peningkatan Literasi Gizi dan Pembinaan Kantin Sehat

RESUME PEMATERI MY DIGITAL PORTOFOLIO PKKMB DAY 2